JANGAN LUPA YE NANTI MALEM PADE HADHIR MAJELIS RUTIN MALEM JUM'AT DI MARKAS GUBAH AL HADDAD

Selasa, 16 Agustus 2011

Mengupas Syahadatain dalam Rukun Islam



Bismillahirrohmanirrohim,   Catatan ini di buat di karenakan semakin me-rajalela-nya pemahaman jahil kaum syiah imamiyah itsna asyariyah yg dengan sengaja ingin mengeluarkan syahadat dari sendi rukun keislaman. maka dengan ini alfaqir sebagai penulis akan menjabarkan h...al hal yg insyallah menjadi bahan pemikiran dan fondasi keyakinan akidah umat islam Ahlussunah wal jamaah agar bisa mendepak pemahaman2 kurang senonoh oleh mereka mereka yg berusaha dengan giat utk menggerogoti akidah kaum Muslim.     Pada Rukun Islam: Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam syiah, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18)     Muncul pertanyaan utk pengarang kitab dan pengamal kitab ini, kenapa alkulani dan pengikutnya sekarang ini berani-berani-nya mencabut hal dan ikrar paling sakral dalam keislaman ini?     Mungkin sebagian dari syiah akan menutupi dengan bertaqiyah bahwa berita ini adalah bohong, atau mereka akan membawakan hal2 dan yell2 propaganda ttg fitnah para agen CIA, yahudi, wahabi, salafi , israel , zionis dan hal hal tek tek bengek lainnya " kalau kalian dapati perilaku kekanak kanakan ini jangan kuatir, memang hal dan perkataan ini lumrah yg memang sudah di set, di rekam, dan di sematkan, dan di program kedalam otak mereka ibarat robot,      mari kita kupas satu persatu.....       1.Apa itu Rukun?   Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami agama. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka iman pun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada.     apa kata rafidhoh setelah ini?? mereka mungkin berkomentar..   "tuuh kan benar....tidak adanya satu poin dalam rukun islam masih memungkinkan keislaman seseorang itu tetap ada, maka mereka pun berpikiran bahwa sudah hal lumrah lah bila syahadat tidak masuk kedalam rukun islam"   Alfaqir katakan : jangan senang dulu para rafidhoh..!! Apakah ini berlaku utk syahadat?? bagaimana kedudukan syahadat dalam islam? , sebelum masuk kedalam hal ini mari kita lihat apa definisi syahadat dan apa definisi islam   2. Apa itu syahadat?      Kalimat syahadat adalah bentuk ikrar seorang muslim dan pintu gerbang ke dalam Islam. Di dalam kalimat syahadat disebutkan :    Asyhadu alla ilaha ilallah, wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah. Dilihat dari makna kalimat tersebut terdapat dua pengertian penting, yakni: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah SWT. dan Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.     Kita bisa di ambil kesimpulan mudah dan singkat, bahwa nama muhammad adalah satu kesatuan dalam syahadat. Artinya, nama Nabi Muhammad SAW bergandengan dengan syahadat, nama muhammad tidak bisa di keluarkan dari syahadat. Tidak bermakna kalimat syahadat tanpa nama Muhammad. Syahadat tidak bisa dipisahkan dengan nama baginda Muhammad SAW. Tidak akan terjadi kalimat syahadat tanpa nama Nabi besar kita Muhammad SAW. Kesimpulannya,...Nama Muhammad SAW merupakan syarat kalimat syahadat     Utk sementar Mari kita kesampingkan, selanjutnya mari kita lihat definisi Islam......          3. apa itu islam???   Islam dalam pengertiannya secara khusus adalah ajaran setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yg di bawa oleh beliau ( Rasulullah SAW ). Ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikuti beliau menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim.    Tidak bisa dipungkiri bahwa nama mulia Baginda Nabi Muhammad SAW tidak terlepas dari nama Islam, berikut contoh :    Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Musa ‘alaihis sallam, demikian juga orang-orang Nashrani adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa ‘alaihis sallam. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka harus mengikuti Aturan Muhammad SAW, selanjutnya hukum mereka telah di hapus, maka jika kemudian mereka ( yahudi atau nasrani ) mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi. Nama Muhammad SAW adalah sebagai pintu baru bagi pengikut nabi musa dan nabi isa utk memperbarui ke-islaman mereka.   Artinya, Yahudi dan Nasrani  tidak bisa dikatakan Islam bila tidak mengakui muhammad SAW utusan allah. Ini artinya apa? artinya , Perbedaan Islam dengan agama lain yaitu adalah dalam ikrar "kesaksian bahwa muhammad adalah Rasulullah". Artinya lagi, utk menjadi islam, setiap individu muslim harus mengakui kesaksian akan "muhammad adalah Rasulullah". Bila mereka percaya "Nabi Muhammad utusan allah" maka mereka islam, jika tidak percaya akan "Nabi muhammad utusan allah", maka mereka bukan islam. Ini memposisikan nama Nabi muhammad  dan islam tidak dapat dipisahkan...Nama islam dan Nabi muhammad saling bergandengan... nama islam dan muhammad tidak dapat di pisahkan...Tidak sah ke islaman seseorang jika tanpa mengakui dan bersaksi bahwa "muhammad utusan allah". Intinya muhammad merupakan syarat keislaman seseorang     Alhamdulillah kita tahu di awal bahwa bagian dari  syahadat adalah " Nabi muhammad SAW", dan syarat keislaman adalah diakuinya nama dan status "Nabi Muhammad SAW" dlm islam.....subhanalah Nama Muhammad adalah yg menghubungkan syahadat dengan islam....artinya utk menjadi islam di syaratkan mengakui "nama muhammad SAW"  sedangkan nama muhammad SAW adalah satu kesatuan dalam kalimat syahadat. Alhamdulillah ini membawakan kepada satu pemahaman indah bahwa syahadat tidak dapat di pisahkan dari syarat keislaman. Mengapa?? karena memisahkan syahadat dari syarat keislaman, sama saja dengan memisahkan Muhammad dari Keislaman. Ini mustahil....karena di awal tadi para pembaca sudah mengetahui bahwa tidak sah keislaman seseorang bila tidak mengakui "nama nabi Muhammad" dalam ikrar   Jadi syahadat itu merupakan syarat/rukun keislaman   berikut saya ulangi sekali lagi......     Jika ada yang beranggapan utk mengeluarkan syahadat dari rukun islam itu artinya, mereka mengeluarkan Nabi muhammad dari rukun islam, karena pengakuan "nama Nabi Muhammad" adalah syarat sahnya bersyahadat. Mengeluarkan syahadat dari syarat keislaman, artinya memposisikan nama muhammad di luar syarat keislaman. Sedangkan memposisikan Nama Muhammad diluar syarat/rukun Islam mengakibatkan TIDAK SAH NYA keislaman seseorang . Tidak di katakan Islam seseorang jika tidak mengakui/ memposisikan Muhammad di luar syarat/ rukun islam itu sendiri,  naudhubillah mindhalik, insyallah kita di jauhkan dari fikiran2 seperti rafidhoh bersama kitab alkafinya sebagai rujukan...utk mengeluarkan nama Nabi Muhammad dari syarat-syarat keislaman   Luar biasa! Syahadat itu cukup krusial dalam menjadi pokok status keislaman, Ibarat islam berada di dalam suatu kotak, nama Muhammad, syahadat, dan islam adalah satu kesatuan yg membatasi agama-agama lain utk "berada di luar kotak" itu......   Tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah seperti hal nya dahlu kala zaman Nabi Musa dan Isa. Karena jelas, mereka tidak mengakui "muhammad utusan Allah" di mana pengakuan itu berada di dalam syahadat. Jadi yang tidak bersyahadat mereka bukan Islam !!, sebab Allah Ta’ala berfirman:    “Sesungguhnya Dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali-Imran: 19]   dan  Allah Ta'ala berfirman :      “Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya.” [Ali-Imran: 85]   Rasanya Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , bukan pemeluk Islam. syariat muhammad menjadi pembatas islam dan kafir, karena muhammad satu kesatuan dengan syahadat , maka syahadat merupakan pembatas pula atas islam dan kafir. jadi begitulah kiranya kedudukan penting Syahadat dalam islam dan pentingnya kedudukan muhammad dalam syahadat sehingga memposisikannya syahadat menjadi suatu syarat   Jadi kenapa masih ada orang-orang jahil yg ingin mengeluarkan syahadat dari Syarat/rukun Islam, apa bila ternyata Syahadat itu sendiri sangat penting dan pokok posisinya dalam ISlam??   Bila di awal tadi para Syiah Rafidhoh Imamiyah mulai berpikir jahil bahwa... "meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada". Dan ini di jadikan dalil pembenaran bahwa "syahadat boleh keluar dari rukun islam", ini adalah tindakan jahil tiada tara dan tidak terbukti, keluarnya syahadat dari rukun/syarat keislaman mengakibat, tidak diakuinya status keislaman seseorang. kaidah "mengeluarkan" syahadat dari rukun Islam akan membawa kericuhan karena mengakibatkan terbukanya pembatas antar orang-orang kafir dan orang-orang islam ^_^     Dari uraian diatas terbukti tidak patut bahwa syahadat di keluarkan dari syarat/rukun keislaman.   Lalu apa kiranya tindakan para rafidhoh utk ngeles dan berputar putar utk mencari lubang pembenaran sifat jahil mereka bersama alkafi sebagai rujukan....sudah umum bahwa pikiran orang syiah akan menyesatkan umat, maka mereka syiah Rafidhoh akan berkata bahwa syahadat itu wajib dan penting tapi  syahadat itu adalah masalah keimanan dalam hati, tidak perlu di proklamirkan, dan ini demi mencegah riya atau pamer..jadi sebenarnya syahadat ini bukanlah tepat sebagai rukun islam melainkan rukun iman....    waaw...ini sebenarnya adalah salah satu penistaan akan ajaran sunni secara tidak langsung...karena dengan kata lain mereka beranggapan bahwa selama ini umat islam selain syiah sunni pada khususnya salah paham dalam berakidah?? ^_^   Benarkah seperti itu??benarkah bahwa syahadat adalah rukun iman bukanlah islam? sebelum saya jabarkan, perlu di ketahui, bangsa Arab lebih dahulu menjadi islam dibanding dengan Persia...selanjutnya maka mari kita bahas, apa perbedaan iman dan islam. Untuk membedakan mari kita tilik...     4. Agama Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, sedangkan Iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman,      Melihat kalimat terakhir, mungkin ada sebagian SYiah Rafidhoh akan menyentil dengan meletakkan keraguan, dengan perkataannya :  " tuuuuh kan ternyata benar....iman level nya di atas Islam, jadi kenapa ngga syahadat masuk ke dalam rukun iman, justru itu memposisikan syahdat lebih tinggi kedudukannya "......sehingga itu lah yg menjadikan sebab syiah tidak mencantumkan syahdat dalam rukun mereka...karena posisinya seharusnya rukun iman...   Alfaqir katakan, jahil pada orang-orang syiah rafidhoh seperti ini yg memposisikan Logika setan diatas ilmu...kenapa alfaqir sebutkan logika setan?? karena memang logika, tempatnya setan bermain menyesatkan setiap Individu Islam simak berikut ini :          5. jika kata Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan, contoh :   syahadat perlu di ucapkan dengan lisan, solat harus dilakukan dengan menggerakkan anggota badan. Puasa, zakat, dan haji, semuanya amal perbuatan yg membutuhkan gerakkan anggota badan. Jadi sebenarnya syahadat itu memiliki dua makna, yaitu dari segi keimanan yaitu meyakini dengan jujur dan ikhlas, namun disisi lain yaitu mengucapkannya dengan lisan, dengan kata lain, meng-ikrarkan-nya....   Masih kurang puas, Syiah Rafidhoh Imamiyah bertanya, mana buktinya??bukankan kita di ajarkan nabi utk tdk pamer, keimanan bukanlah pameran, kata sebagian Rafidhoh yg "sok tawadhu" ^_^   Rasulullah menggolongkan syahadat itu adalah amal-amal perbuatan zahir yg tempatnya adalah dalm Rukun islam! simak berikut :    Rasulullah bersabda :  “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)   Subhanallah!, coba liat...Rasulullah SAW mengajak umat islam utk mau berpikir kritis dgn gaya berpikir orang islam, bukan gaya berpikir zoroaster atau majusi. Dari hadits diatas saja sudah dapat di tangkap, bahwa... Rasulullah memisahkan antara syahadat dan solat. Dan kalau pembaca teliti ternyata point-point pada hadits Nabi diatas yg adalah point-point dalam Rukun umat islam sekarang ini....         6. knp sih rasulullah menyebut syahadat terpisah dengan solat ya? ^_~   jawab : karena ini pembuktian bahwa rasulullah ini sebenarnya mau mengajarkan Umat islam pada umumnya utk berpikir dan menegur umat syiah yg jahil pada khususnya utk belajar bertobat dari kebiasaan pemikiran-pemikiran picik mereka ( syiah ) bahwa :   "alasan syiah dengan alkafinya tidak memasukkan syahadat kedalam rukun syiah karena syiah itu konon katanya "cerdik berpikir" dan "selangkah lebih maju" sehingga seakan-akan hanya merekalah salah satu golongan yg tau jikkalau  "dalam solat itu sudah ada syahadat , jadi utk apalagi bersyahadat? karena setiap orang solat pasti bersyahadat.   maka alfaqir katakan :begitulah umat2 syiah pemalas beribadah dan merasa diri mereka adalah orang2 yg berpikir efektif dalam segala hal  (termasuk "efektif" dalam hal kawin ( mut'ah ),dan "efektif" dalam menggabungkan solat (3 waktu saja) ,dan lain lain )  ^_^    Alhamdulillah wa syukrulillah !! Hadits diatas membuktikan kesalahan opini jahil para Syiah Rafidhoh ini, ternyata Rasulullah memisahkan syahadat dari pada solat. Sebelum org mengerjakan shalat maka dia harus masuk Islam terlebih dulu karena jika tidak, maka walaupun dia shalat maka shalatnya tidak sah. Jadi syahadat bukan dari pamer/riya atau bentuk "tawadhu palsu" ala syiah, TETAPI memang syahadat adalah syarat keislaman di luar solat!    Alhamdulillah segala puji bagi allah sang pencipta semesta alam, sang pencipta keadilan, dan sang pencipta kebenaran! semakin jelas! dan tidak ada keraguan lagi bahwa Syahadat ini mencakup lahir dan batin, selain di yakini dalam hati dan dimani, tetapi harus di ucapkan juga dengan lisan...,Oleh karena itu jika seorang syiah jahil berkata bahwa syahadat hanya masalah Rukun iman bukan Islam itu adalah opini jahil. Mengucapkan kalimat syahadat, harus dikuti dengan kejujuran, keikhlasan, dan diucapkan dengan lisan..   Masih belum kapok dalam menyesatkan pikiran orang...mungkin sebagian syiah rafidhoh imamiyah mencari akal2an lain lagi. maka mereka meletakkan keraguan pada hati umat islam sebagaimana halnya iblis/ setan meletakkan keraguan pada hati2 orang kafir utk memeluk agama islam. sehingga Rafidhoh pun berkata, "kok bayi yang lahir islam gak perlu bersyahadat lagi sih??    waaw ....sekilas, seakan-akan perkataan mereka masuk akal, dan secara tidak langsung orang awam pun malah menjadi ragu akan keislaman mereka, dan mulai tersesat pikiran "oh iya ya...benar masuk akal juga ya...kalau syahadat adalah keimanan."..saya katakan itu bisikan syaiton, biarlah bisikan syaithon berlalu bagaikan hembusan angin malam yg hilang di pagi hari....^_^. justru ini semakin memperjelas bagaimana perilaku orang2 yg mendewakan Logika di atas ilmu...dimana logka itu tempat berkecimpungnya setan.           7. Kenapa bayi yang lahir Islam tidak perlu bersyahadat lagi?     maka jawaban utk subhat syiah ini :    Adapun anak yang asalnya memang sudah muslim -karena sudah keturunan (orang tuanya muslim) misalnya-, maka ketika dia baligh tidak perlu bagi dia untuk mengucapkan syahadatain. Hal itu karena fitrahnya adalah Islam dan fitrahnya itu tidak mengalami perubahan karena kedua orang tuanya muslim. Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Setiap anak yang wafat wajib dishalatkan sekalipun anak hasil zina karena dia dilahirkan dalam keadaan fithrah Islam, jika kedua orangnya mengaku beragama Islam atau hanya bapaknya yang mengaku beragama Islam meskipun ibunya tidak beragama Islam selama anak itu ketika dilahirkan mengeluarkan suara (menangis) dan tidak dishalatkan bila ketika dilahirkan anak itu tidak sempat mengeluarkan suara (menangis) karena dianggap keguguran sebelum sempurna, berdasarkan perkataan Abu Hurairah radliallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa   Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:   مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ    “Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari no. 1270)   Kesimpulan : Bayi itu fitrah dalam agama islam, bukanya seperti umat nasrani yg beranggapan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa sampai sampai perlu di baptis segala ^_^. jadi sejauh ini , anggapan  tentang penghapusan syahadat oleh syiah dengan alkafi nya lah yg mengakibat mereka ini sekarang berlumuran dosa. Semoga allah memberikan hidayah dan mengampuni dosa-dosa penipuan kaum syiah imamiyah itsna asyariyah yg terlalu meng-ada-ada     Setelah berpanjang lebar, pada akhirnya dari semua itu rasanya ada hal yg sangat lucu dan yg membuat alfqir dan mungkin pembaca lain penasaran dengan alasan Syiah Rafidhoh imamiyah dgn alkafie mengeluarkan syahadat dari rukun islam ......"kenapa sih syiah sangat mati-matian sekali ingin mengeluarkan syahadat dari rukun islam...?"         8. Apakah karena riwayat hadits ini??   Dari Umar bin khattab rodhiyallohu’anhu, beliau berkata:   Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata:   ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.”   Kemudian Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika engkau mampu mengerjakannya.”   Orang itu berkata: ”Engkau benar.”   Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya.   Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”   Orang tadi berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” Rasulullah SAW menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.”   Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.”   Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.”   (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.”   Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?”.   Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau ( Rasulullah SAW) bersabda: ”Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR. Muslim).         Apakah ini  salah satu sebab kenapa syiah menolak syahadat sebagai bagian dari Rukun Islam?^_^....karena perawi nya adalah sayyidina Umar bin khattab alfarouq,.....seorang yg paling di benci oleh agama syiah rafidhoh imamiyah..karena dengan gemilang di zamannya telah berhasil menghancurkan dan memporak porandakan pasukan persia sehingga bertekuk lutut bersyahadat??   loh.. loh... loh...?*_* .Ternyata prestasi sayyidina umar berimbas kepada persia jatuh dan bersyahadat masuk islam??......oooooh...ternyata persia bersyahadat masuk islam selepas dihancurkan oleh pasukan islam yg di pimpin Sayyidina umar bin khattab ? Apakah ini yang mengakibatkan dendam kesumat orang2 IRAn dan syiah utk mengeluarkan syahadaat dari Rukun Islam?? ^_^       Lalu, apa yg di ragukan lagi?? Riwayat hadits terakhir ternyata bukti bahwa yg memasukkan syahadat kedalam rukun islam sehingga berjumlah 5 seperti halnya umat islam yakini sekarang ini ternyata adalah Rasulullah sendiri?? apalagi riwayat diatas juga lengkap dengan point rukun iman yg berjumlah 6 seperti saat ini umat islam yakini. Dari percakapan Rasulullah dengan malaikat jibril semakin mengukuhkan bahwa, Syahadat adalah bagian dari Rukun/Syarat islam yg berjumlah 5 dan Syahadat bukan bagian dari Rukun Iman dimana Rukun iman adalah 6, bukan berjumlah 5 seperti seperti yg di yakini oleh Kaum SYiah Rafidhoh Imamiyah   tercela lah orang2 yg mendustakan hadits2 nabi SAW ^_^     Dari masalah yg sangat pokok ini tentang  syarat/ rukun keislaman amat sangatlah jelas bahwa akidah ahlussunah wal jamaah memang tidak bisa bersatu dengan akidah syiah imamiyah itsna asyariyah...   kalaulah adalah seorang islam menyerukan persatuan dalam tubuh islam...itu adalah lumrah dalam bentuk lahir atau sosial keseharian...., namun dalam segi lahiriah keimanan, keyakinan, bahkan dalam segi syariat keislaman,,..rasanya islam memang berbeda dengan syiah, pahit untuk di akui, namun terimalah dengan lapang dada atas perbedaan ini yg amat sangatlah paling sakral ini....^_^         berkat kemurahan Allah SWT lah saya di sempatkan utk menulis ini, Hukum Allah SWT lah yg membuktikan  kebatilan dan kesesatan agama Syiah rafidhoh imamiyah itsna asyariyah ttg prihal "syahadat" ini...   Mari kita umat islam agar tetap selalu mendoakan agar teman-teman, sanak saudara, dan ulama2 syiah yg terus menerus menyesatkan Umat Muhammad SAW itu segera di bukakan pintu tobat dan cahaya hidayah dan makrifat kepada Alllah SWT dengan sebenar -benarnya..Amin ya robbal alamin         Adanya kebenaran datangnya dari allah jikalau ada kekhilafan datanya dari alfaqir.   Assalamualaikum. Ali Alaydrus AsSakran

1 komentar:

terus bagi orang islam yang di lahirkan dalam keadaan islam, apakah wajib untuk bersyahadat ulang setelah baligh..?

Posting Komentar